Sejalan dengan amanat Undang-Undang SISDIKNAS Nomor 20 Tahun 2003 dan menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama melakukan terobosan dengan merancang pembelajaran madrasah yang diharapkan mampu mengembangkan seluruh kemampuan peserta didik secara optimal yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. abad 21 yang menekankan pada kemampuan literasi, berfikir kritis, keatif, kolaboratif, komunikatif, dan mengembangkan pendidikan karakter. Salah satu kegiatan pengembangan tersebut adalah pembelajaran riset.

Kegiatan Riset Siswa MTs Al-Jihad
Selain mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan sistematis, lebih dari itu pembelajaran riset bertujuan untuk meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar peserta didik, juga untuk meningkatkan pengalaman peserta didik sendiri yang diharapkan menjadi meaningfull learning atau proses pembelajaran bermakna bagi peserta didik.
Pada tahun 2020, MTs Al-Jihad ditetapkan sebagai madrasah berbasis riset. Hal ini disambut baik oleh Kepala Madrasah, Dr. Hj. Neni Argaeni, M.Pd.I. Beliau mengungkapkan, “MTs Aljihad telah ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag tahun 2020 sebagai salah satu madrasah riset yang ada di Indonesia. Saya mendukung sepenuhnya program tersebut karena riset bisa dijadikan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang memiliki kedalaman materi seperti yang saat ini ramai diperbincangkan dengan istilah deep learning. Dengan strategi riset peserta didik diajarkan berpikir kritis, senang membaca, mencari lebih banyak tentang informasi terkait, berlatih merumuskan masalah, menemukan metode yang tepat dan berani menyampaikan gagasan serta menyusun kesimpulan.”
Langkah konkret dari terbitnya surat Keputusan tersebut adalah Kepala Madrasah dan tim secara khusus merancang program riset sebagai salah satu program unggulan di MTs Al Jihad. Sejak 2020 hingga sekarang, kegiatan bimbingan riset terus berlangsung. Adapun tim pembimbing terdiri dari Dr. Hj. Neni Argaeni, M.Pd.I, Nellita Sipinte, M.Pd., H. Nur Muhammad, S.Pd., Eka Sari, S.Pd., Nadi Runadi, S.Pd., dan Siti Maryam, S.Ud.
Perjalanan tim riset MTs Al Jihad selama hampir 5 tahun menorehkan prestasi yang cukup membanggakan, khususnya di ajang kompetisi “Madrasah Young Researcher Supercamp” atau MYRES tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Madrasah. Ajang kompetisi Myres diikuti oleh madrasah dari seluruh Indonesia, dengan proposal masuk ke panita berjumlah ribuan setiap tahunnya. Prestasi yang berhasil ditorehkan tim riset MTs Al Jihad, sebagai berikut:
Raissa Nisfi Nathania (15 tahun) pelajar kelas IX MTs Al Jihad mengungkapkan, “Pengalaman saya belajar di MTs Al Jihad itu sangat menyenangkan. Selain belajar di kelas saya juga mengikuti program riset yang disediakan sekolah dan pastinya dibimbing oleh guru-guru yang berpengalaman dan sangat sabar memperkenalkan riset mulai dari yang paling dasar. Dengan adanya riset di MTs Al Jihad, tentu saja ini bisa menjadi bekal saya saat belajar di jenjang yang lebih tinggi nantinya.” “
Selanjutnya, ia mengungkapkan rasa syukur karena riset memberinya kesempatan berkompetisi di tingkat nasional, “Berkat program riset di MTs ajihad, alhamdulillah saya berhasil menyabet 2 prestasi di tingkat nasional. Saya mengikuti MYRES pada tahun 2023 dan lolos hingga top 30 nasional dengan mengangkat isu penyimpangan LGBT dan media sosial. Pada tahun 2024 saya kembali lolos hingga top 120 nasional dengan meneliti respon masyarakat terhadap gerakan boikot produk terafiliasi Israel di media sosial. Selama Kami mengikuti kompetisi, seluruh warga sekolah mendukung dan memberikan banyak doa, dan disitulah saya merasa bahwa kekeluargaan di MTs Al Jihad sangat kuat.”
Tahun ini MTs Al Jihad kembali bersiap menghadapi ajang MYRES 2025. Besar harapan agar tim Myres MTs Al Jihad bisa meraih hasil terbaik. Tapi tentu saja tujuan utamanya adalah mencetak generasi terbaik yaitu pelajar madrasah yang tidak hanya cerdas intelektualnya namun juga cerdas spiritualnya, “Mohon doa restu semoga MTs Al Jihad dapat melahirkan cikal bakal Ulil Albab untuk masa yang akan datang,” tutup Ibu Kepala Madrasah di akhir wawancara. (Maryam Musa).
